Ada yang menarik perhatian dari ritualku menyapa pagi setiap harinya. Seringkali aku membutuhkan waktu beberapa menit hanya untuk bangkit dari tempat tidur. Aku bukanlah pemalas, hanya saja... aku suka menyesapi permulaan hari dengan melibatkan rasa. Aku menilik dengan dalam bagaimana sepasang netraku menangkap cahaya kembali. Aku meresapi bagaimana Tuhan telah mengembalikan ruhku saat pertama kali melihat langit-langit kamar tersenyum. Ketika yang hening belum berubah bising, aku memaknainya dengan perlahan. Tubuhku lalu bangkit setelahnya, lalu menyentuh dingin lantai dengan perlahan. Walaupun tak bergegas, kehidupanku pun tetap bermula kembali. Aku memang terkesan lelet karena sangat jarang merasa terburu-buru. Aku tidak bersicepat seperti yang orang-orang lakukan di luar sana. Mereka berpacu dan memburu waktu, seolah dunia tidak memberi kesempatan untuk membuat jeda. Sementara aku?... aku masih sibuk berdamai dengan mimpi-mimpi yang masih berserakan dalam kepala. Mimpi yang masih...
Ruang ini adalah dunia kecilku untuk menyimpan beberapa potongan hidup. Aku membagikan hal-hal yang kusukai dalam setiap paragrafnya. Aku menulis bukan untuk siapa-siapa, tapi mungkin bisa jadi untukmu. Untukmu yang tidak mencari, tapi justru sampai. Link ini ada di bio Instagram bukan untuk dipromosikan, namun sebagai undangan sunyi. Jika kamu tersesat kesini, maka selamat datang di ruang yang tak berisik, tapi selalu terbuka.