Minggu 9 Oktober yang lalu, aku dan Yiy berbenah dipagi hari. Menyetrika pakaian kemudian bergegas mandi. Setelahnya, kulihat pakaian yang akan kukenakan menggelantung rapi di sebuah paku kecil di dinding kamar. Agak berbeda, kali ini tidak ada kerudung yang ikut menggelantung seperti hari-hari kemarin. Aku meraih mereka satu per satu, lalu memakainya khidmat dengan perasaan agak ragu-ragu. Sedikit tertegun saat melihat diri dalam bayangan cermin. Aku mengenakan kemeja putih polos yang dipadankan dengan sweater hitam dan rok berwarna biru. Memakai sebuah kacamata, menyanggul sebagian rambut dengan sumpit berwarna coklat, dan menyelempang tas kecil yang pun berwarna coklat. Sesaat menyimak penampilanku dalam pantulan cermin, teguran Yiy cukup membuatku kaget. Dia bilang bahwa aku benar-benar mirip dengan orang Nasrani. Kutimpali saja bahwa orang yang menyamar itu jangan setengah-setengah” kataku. Hh! Sesaat kemudian kulirik kembali bayanganku sendiri untuk membuktikan kebenar...
Ruang ini adalah dunia kecilku untuk menyimpan beberapa potongan hidup. Aku membagikan hal-hal yang kusukai dalam setiap paragrafnya. Aku menulis bukan untuk siapa-siapa, tapi mungkin bisa jadi untukmu. Untukmu yang tidak mencari, tapi justru sampai. Link ini ada di bio Instagram bukan untuk dipromosikan, namun sebagai undangan sunyi. Jika kamu tersesat kesini, maka selamat datang di ruang yang tak berisik, tapi selalu terbuka.