“Amm, kulihat-lihat kau kalau ada masalahmu, kayak cuek sekali. Kalau saya itu, deh… stressma, pusingma pikir HP-ku.Bukan apanya... data itu kaue. Dan kau bisa-bisanya hilang HP-mu, baru santai-santaiji kuliat” . Kembali berinisiatif menggunakan waktu luang untuk mengetik hanya karena teringat celetukan salah seorang teman. Kemarin, handphone milikku sempat hilang sebentar di sebuah pusat perbelanjaan. Kejadian ini tentu terjadi karena keteledoranku sendiri. Kalau dibilang panik, ya, aku juga sempat panik. Namun, mungkin kepanikanku nampak tidak seintens orang lain. Entah kenapa, aku memang selalu begitu. Dari kilasan kejadian kemarin, bukan berarti aku ingin menunjukkan bahwa aku hidup tanpa jiwa & perasaan. Aku juga bisa merasa khawatir, lemah, takut, dan patah. Hanya saja, caraku dalam memproses masalah mungkin memang cenderung berbeda. Lalu,jika ditelaah lebih jauh, sikapku terhadap kehilangan kemarin mungkin juga dipengaruhi oleh kebiasaanku kehilangan handphone sel...
Ruang ini adalah dunia kecilku untuk menyimpan beberapa potongan hidup. Aku membagikan hal-hal yang kusukai dalam setiap paragrafnya. Aku menulis bukan untuk siapa-siapa, tapi mungkin bisa jadi untukmu. Untukmu yang tidak mencari, tapi justru sampai. Link ini ada di bio Instagram bukan untuk dipromosikan, namun sebagai undangan sunyi. Jika kamu tersesat kesini, maka selamat datang di ruang yang tak berisik, tapi selalu terbuka.