Skip to main content

Posts

Showing posts from 2025

Between Almost and Never

Some endings never make a sound. They just slip quietly between the pages, pretending to be silence. I used to think peace was forgetting, turns out it’s remembering without the ache. Somewhere between almost and never, I found calm. excerpt from A Poem for What’s Left Unsaid.

Menjadi tanpa tergesa

Selain sangat suka sendirian dan hidup dalam lengang, aku pun sebenarnya tak membenci membaur dan bertemu dengan banyak orang. Aku betah dalam keadaan ruang yang sepi karena seringkali ia justru tidak membuat kesepian. Namun disisi lain, aku juga sangat suka hingar karena di sana aku bisa membaca banyak hal. Iya, aku seringkali memuja sesuatu yang sepi sebagaimana aku mengagumi keramaian. Aku merasa utuh serta cukup dalam sepi, dan merasa hidup di tengah riuh. Terkesan agak kontradiktif, tapi pada kenyataannya memanglah seperti itu. Saat ini adalah hari ke -8 bulan ke tujuh. Bekas tamu bulanan masih berwarna. Seperti biasa, hari-hariku terasa kacau saat aku terpaksa lalai menunaikan sholat lima waktu. Ada ritme ketenangan yang hilang. Hidup jadi seolah tak punya arah. Karenanya, jadwal mandi berubah, pun dengan jadwal kegiatan yang lain. Kemalasan bertambah berlipat-lipat. Jerawat berseliweran, hingga mabok gawai yang tidak berujung. Aku sadar bahwa yang kulakukan kebanyakan tak ...